Samarinda, (01/10) – Semenjak terakreditasinya laboratorium Karantina Samarinda pada 20 September 2017 tahun lalu, seluruh personil laboratorium tak berpuas sampai disitu. Dengan ruang lingkup pengujian Rose Bengal Test (RBT) pada laboratorium Karantina hewan dan Pengujian Identifikasi serangga Uloma takagii pada Karantina tumbuhan. 

Setelah setahun berselang, laboratorium Karantina Samarinda makin berbenah, dan kali ini menambah ruang lingkup pengujian cendawan Peronospora mansurica menggunakan metode washing test, mengingat Samarinda adalah daerah pemasukan Kedelai dari Surabaya.

 

Terkait hal tersebut, pada 27-28 September 2018 lalu Karantina Samarinda mengadakan kegiatan Surveilen I yang diikuti oleh seluruh personil laboratorium Karantina Samarinda.

Sebagai asessor dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) Dr. Drh. Tati Ariyanti dan Ir. Sri Wahyuni, M.Si menyampaikan bahwa dari segi mutu dan teknis, Karantina Samarinda telah memenuhi persyaratan dan memenuhi SMM ISO/IEC 17025:2017.

Namun, demi tetap menjamin mutu dan kualitas hasil uji, laboratorium Karantina Samarinda akan terus berbenah untuk hasil uji yang kredibel dan terpercaya.

#LaporKarantina🐕🍎
#KarantinaSamarinda