Samarinda – Petugas Karantina Samarinda, M. Usria dan Hadi waluyo melakukan pengawasan ke atas Kapal KM. Adithya yang akan berangkat menuju Parepare. Saat berkeliling keduanya dikejutkan oleh banyaknya suara burung di salah satu ruangan kapal.

Setelah melakukan koordinasi kemudian keduanya melakukan pemeriksaan dan mendapati beberapa kotak keranjang berisi puluhan ekor burung yang tidak disertai dokumen. Bersama dokter hewan yang bertugas, keduanya membawa kotak berisi burung tersebut ke Kantor Wilker Pelabuhan Sungai.

Sesampainya di Kantor Wilker, petugas berkoordinasi dengan Kasubsie Yanop yang kemudian menghubungi BKSDA Kaltim. Setelah petugas BKSDA datang maka dilakukan pengecekan dan penghitungan jumlah burung. Ada 111 ekor dengan rincian burung jalak kebo 45 ekor, lincang kuning 15 ekor, pialing 34 ekor, beo 14 ekor, dan cucak ijo 8 ekor. Burung beo dan cucak ijo merupakan satwa dilindungi.

Setelah proses penghitungan selesai barang bukti berupa burung diserahkan kepada BKSDA. “Kami akan lebih sering berkoordinasi dengan karantina”, tegas Muji, bagian resort BKSDA.

SobatQ, semakin maraknya kasus-kasus penyelundupan burung yang terjadi tidak hanya di Samarinda, membuat petugas karantina harus lebih waspada dan meningkatkan pengawasan untuk mencegah hilangnya plasma nutfah yang sering diperdagangkan secara ilegal.

#laporKarantina🐕🍎
#KarantinaSamarinda